Candi Gatotkaca Dieng: Sejarah, Lokasi, Arsitektur dan Fakta Menarik

Table of Contents
Candi Gatotkaca merupakan salah satu peninggalan sejarah Hindu yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Lokasinya cukup strategis karena berada tidak jauh dari Kompleks Candi Arjuna dan tepat di seberang Museum Dieng Kailasa.

Berbeda dengan Candi Arjuna yang terdiri dari beberapa bangunan yang masih mudah dikenali dalam satu kompleks, Candi Gatotkaca berdiri sebagai salah satu peninggalan dari kelompok percandian yang dahulu jauh lebih besar. Beberapa bangunan lain dari kelompok tersebut kini hanya tersisa dalam bentuk reruntuhan.

Keberadaan Candi Gatotkaca menjadi bagian penting dari sejarah kawasan percandian Dieng. Bentuk bangunannya, ornamen kala-makara, lokasi, serta hubungannya dengan bangunan-bangunan yang telah runtuh memberikan gambaran mengenai perkembangan kawasan keagamaan Hindu di Dieng pada masa lampau.

Di Mana Lokasi Candi Gatotkaca Dieng?

Denah peta menuju ke Candi Gatotkaca Dieng

Candi Gatotkaca berada di Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Lokasinya berada di sebelah barat Kompleks Candi Arjuna dan berada tepat di seberang Museum Dieng Kailasa, sehingga wisatawan cukup mudah menemukan lokasinya ketika menjelajahi kawasan percandian Dieng.

Jika Anda sedang menyusun perjalanan ke berbagai destinasi di kawasan ini, informasi yang lebih lengkap dapat dilihat pada halaman Candi Dieng.

Candi Gatotkaca Dibangun Tahun Berapa?

Plang candi gatotkaca

Candi Gatotkaca termasuk bangunan tua dalam kompleks percandian Dieng. Berdasarkan kajian terhadap arsitektur, kronologi kelompok candi, serta bukti sejarah kawasan Dieng, Candi Gatotkaca termasuk bangunan yang diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-8 hingga awal abad ke-9 Masehi.

Album peninggalan sejarah dan purbakala yang diterbitkan pemerintah mengelompokkan Candi Arjuna, Semar, Gatotkaca, dan Bima sebagai bangunan tertua di kompleks Dieng, yang berasal dari sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Kompleks percandian Dieng sendiri tidak dibangun dalam satu periode karena beberapa bangunan diperkirakan berasal dari masa yang berbeda.

Siapa yang Membangun Candi Gatotkaca?

Belum diketahui secara pasti siapa tokoh yang memerintahkan pembangunan Candi Gatotkaca.

Candi-candi di Dieng secara umum dikaitkan dengan perkembangan Hindu pada periode awal Mataram Kuno dan lingkungan Wangsa Sanjaya.

Hal yang lebih jelas adalah latar belakang keagamaan kawasan ini. Kompleks percandian Dieng memiliki karakter Hindu Siwa, yang terlihat dari berbagai peninggalan arkeologis berupa candi, arca, dan prasasti. Museum Kailasa juga menjelaskan bahwa kepurbakalaan Dieng sangat berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa.

Mengapa Disebut Candi Gatotkaca?

Nama Gatotkaca bukan merupakan nama asli yang diketahui dari prasasti pembangunan candi.
Nama tersebut merupakan penamaan yang menggunakan tokoh dalam kisah pewayangan Mahabharata.

Gatotkaca dikenal sebagai tokoh yang memiliki hubungan dengan keluarga Pandawa. Dalam tradisi pewayangan Jawa, ia digambarkan sebagai sosok yang kuat dan memiliki kemampuan luar biasa.

Namun, tidak terdapat bukti bahwa tokoh Gatotkaca dalam kisah Mahabharata mempunyai hubungan langsung dengan pembangunan candi ini.

Penamaan berbagai candi di Dieng dengan tokoh pewayangan merupakan tradisi penamaan yang berkembang kemudian. Karena itu, nama Gatotkaca lebih tepat dipahami sebagai nama yang diberikan kepada bangunan tersebut, bukan bukti mengenai tokoh pembangunnya.

Candi Gatotkaca Dahulu Merupakan Bagian dari Kelompok Candi

Salah satu fakta menarik yang sering tidak diketahui wisatawan adalah bahwa Candi Gatotkaca dahulu bukan satu-satunya bangunan di kelompok tersebut.

Sumber pemerintah mengenai peninggalan sejarah dan purbakala mencatat Kelompok Barat kompleks percandian Dieng terdiri atas:
  • Candi Gatotkaca
  • Candi Setyaki
  • Candi Antareja
  • Candi Petruk
  • Candi Nala Gareng
  • Candi Sadewa
Namun kondisi bangunan tersebut tidak semuanya sama.

Candi Gatotkaca telah dipugar dan masih berdiri sehingga dapat dilihat dengan jelas oleh wisatawan. Sementara bangunan lainnya sebagian besar telah mengalami kerusakan dan kini lebih banyak tersisa dalam bentuk reruntuhan.

Seperti Apa Bentuk Candi Gatotkaca?

Bentuk candi Gatotkaca yang asli di Dieng

Candi Gatotkaca mempunyai bentuk dasar bujur sangkar dengan pintu masuk berada di sisi barat.

Pada bagian sisi lainnya terdapat bagian yang menjorok keluar dan membentuk relung atau bilik penampil. Unsur arsitektur tersebut membuat bentuk Candi Gatotkaca terlihat berbeda apabila dibandingkan dengan beberapa bangunan lain di kawasan Dieng.

Bagian pintu masuk dilengkapi dengan tangga yang berada di dalam penampil.

Salah satu ciri menarik Candi Gatotkaca adalah keberadaan ornamen kala-makara pada bagian relung bangunan. Unsur tersebut menjadi salah satu karakter arsitektur yang dapat diamati ketika wisatawan melihat candi dari dekat.

Apa Itu Kala-Makara pada Candi Gatotkaca?

Kala-makara merupakan salah satu unsur hias yang banyak ditemukan pada arsitektur candi.

Kala biasanya digambarkan sebagai wajah makhluk atau raksasa pada bagian tertentu bangunan, sedangkan makara merupakan bentuk makhluk mitologis yang sering ditempatkan sebagai elemen dekoratif pada bagian pintu atau bangunan candi.

Pada Candi Gatotkaca, ornamen tersebut menjadi salah satu ciri yang menarik untuk diperhatikan.

Jadi, ketika berkunjung, jangan hanya melihat bentuk keseluruhan candi. Perhatikan pula bagian pintu, relung, ornamen, dan susunan batu yang membentuk bangunan.

Apa yang Ada di Sekitar Candi Gatotkaca?

Lokasi Candi Gatotkaca menarik karena beberapa tempat penting berada tidak jauh dari kawasan ini.

1. Museum Dieng Kailasa

Museum Kailasa berada tepat di seberang Candi Gatotkaca.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan arkeologi Dieng, termasuk arca, lingga-yoni, makara, kemuncak candi, Nandi, serta berbagai peninggalan lainnya.

Ada pula informasi mengenai geologi Dieng, flora dan fauna, kehidupan masyarakat, pertanian, kepercayaan, hingga sejarah pembentukan kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Karena lokasinya sangat dekat, mengunjungi Museum Kailasa setelah melihat Candi Gatotkaca dapat membantu wisatawan memahami peninggalan yang sedang mereka lihat.

2. Telaga Balai Kambang

Telaga Balekambang berada di kawasan sekitar Candi Gatotkaca dan menjadi salah satu elemen lanskap Dieng yang menarik.

Keberadaan telaga dan lingkungan pegunungan membuat suasana di sekitar candi terasa berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.

3. Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna berada tidak jauh dari Candi Gatotkaca.
Kelompok Candi Arjuna terdiri atas Candi Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa, dan Sembadra.
Karena jaraknya berdekatan, wisatawan biasanya dapat menggabungkan Candi Gatotkaca dan Kompleks Candi Arjuna dalam satu perjalanan.

Untuk informasi lengkap mengenai seluruh kelompok percandian, silakan baca panduan Candi Dieng.

Bagaimana Rute Menuju Candi Gatotkaca?

Peta lokasi ke candi Gatotkaca Dieng

Jika datang dari arah Wonosobo menuju kawasan Dieng, wisatawan dapat mengikuti jalur utama menuju Dieng Kulon.

Setelah memasuki kawasan Dieng, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan Kompleks Candi Arjuna dan Museum Kailasa.

Candi Gatotkaca berada di seberang Museum Kailasa, sehingga keberadaan museum dapat menjadi salah satu patokan yang mudah dikenali.

Karena kondisi jalan Dieng berupa kawasan pegunungan, wisatawan perlu memperhatikan tikungan, tanjakan, cuaca, dan kondisi kendaraan.

Apakah Candi Gatotkaca Dekat dengan Candi Arjuna?

Ya.
Candi Gatotkaca berada tidak jauh dari Kompleks Candi Arjuna dan masih berada dalam kawasan percandian Dieng.

Posisi yang berdekatan membuat kedua tempat ini cukup mudah dikunjungi dalam satu perjalanan.

Namun, Candi Gatotkaca tidak berada di dalam halaman yang sama dengan Kelompok Candi Arjuna. Keduanya merupakan bagian berbeda dari kawasan percandian Dieng.

Apakah Candi Gatotkaca Dekat dengan Museum Kailasa?

Ya, sangat dekat.
Museum Dieng Kailasa berada tepat di seberang Candi Gatotkaca. Informasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara juga menyebut lokasi museum berada di seberang Candi Gatotkaca.

Karena itu, wisatawan dapat menggabungkan kunjungan ke Candi Gatotkaca dan Museum Kailasa tanpa membutuhkan perjalanan jauh.

Berapa Harga Tiket Masuk Candi Gatotkaca?

Harga tiket komplek Candi ini digabung dengan kawasan Kawah Sikidang yaitu sebesar Rp35.000,-. Jadi dalam satu tiket Andabisa melihat komplek Candi Arjuna dan candi-candi lainnya ditambah free ke Kawah Sikidang.

Tips Berkunjung ke Candi Gatotkaca

Agar kunjungan lebih nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:
  1. Gunakan pakaian yang cukup hangat karena Dieng merupakan kawasan dataran tinggi.
  2. Gunakan alas kaki yang nyaman.
  3. Perhatikan kondisi jalan apabila membawa kendaraan sendiri.
  4. Jangan memanjat atau menaiki bangunan candi.
  5. Jangan mengambil batu atau bagian dari bangunan cagar budaya.
  6. Jangan merusak atau menyentuh ornamen secara berlebihan.
  7. Luangkan waktu mengunjungi Museum Kailasa yang berada di seberang candi.
  8. Gabungkan kunjungan dengan Kompleks Candi Arjuna dan destinasi lain di kawasan Dieng.
  9. Ikuti peraturan dan petunjuk yang diberikan pengelola kawasan.

Candi Gatotkaca dalam Perjalanan Wisata Dieng

Candi Gatotkaca merupakan salah satu destinasi sejarah yang cocok dimasukkan dalam perjalanan wisata Dieng.

Lokasinya yang berdekatan dengan Museum Kailasa dan Kompleks Candi Arjuna membuat wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi sejarah sekaligus tanpa harus menempuh perjalanan yang terlalu jauh.

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Dieng lebih lengkap, perjalanan dapat dilanjutkan ke berbagai objek wisata alam dan budaya lainnya.

Informasi mengenai berbagai destinasi dapat dilihat melalui halaman Tempat Wisata Dieng.

Jika membutuhkan bantuan perjalanan, Anda juga dapat melihat informasi mengenai Biro Wisata Dieng untuk merencanakan perjalanan sesuai waktu dan tujuan wisata.

Kesimpulan

  • Candi Gatotkaca merupakan salah satu peninggalan Hindu penting di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara.
  • Candi ini diperkirakan berasal dari periode awal perkembangan kompleks percandian Dieng, sekitar abad ke-8 hingga awal abad ke-9 Masehi. Namun, tidak tepat menetapkan tahun 808 M sebagai tahun pasti pembangunan Candi Gatotkaca karena angka tersebut berkaitan dengan bukti prasasti di kawasan Dieng, bukan tanggal pembangunan yang secara khusus menyebut Candi Gatotkaca.
  • Dahulu Candi Gatotkaca merupakan bagian dari kelompok percandian yang terdiri atas beberapa bangunan. Sebagian besar bangunan lainnya kini telah mengalami kerusakan dan hanya menyisakan reruntuhan.
  • Keunikan Candi Gatotkaca dapat dilihat dari bentuk bangunan, denah bujur sangkar, relung, serta ornamen kala-makara yang menjadi bagian dari arsitekturnya.
  • Lokasinya yang berseberangan dengan Museum Dieng Kailasa dan tidak jauh dari Kompleks Candi Arjuna juga membuat Candi Gatotkaca mudah dimasukkan dalam rute perjalanan wisata sejarah di Dieng.
  • Bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih banyak peninggalan sejarah di kawasan ini, lanjutkan perjalanan informasi melalui Candi Dieng sebagai panduan utama mengenai kompleks percandian.

Posting Komentar