Candi Arjuna Dieng: Panduan Lengkap Wisata, Sejarah, Lokasi, Tiket & Tips Berkunjung Terbaru
Table of Contents
Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Dieng, kawasan Candi Arjuna wajib masuk dalam daftar kunjungan. Selain memiliki bangunan candi yang masih terawat dengan baik, kawasan ini juga berada dekat dengan berbagai objek wisata Dieng populer lainnya sehingga mudah dijangkau dalam satu perjalanan.
Mengapa Candi Arjuna Menjadi Ikon Wisata Dieng?

Jika berbicara mengenai wisata sejarah di Dieng, hampir semua wisatawan akan langsung mengingat Kompleks Candi Arjuna. Kawasan ini menjadi pusat peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang hingga kini masih berdiri kokoh di tengah hamparan padang rumput hijau dengan latar pegunungan yang indah.
Selain menjadi situs budaya, kawasan ini juga menawarkan suasana yang nyaman untuk berjalan santai, menikmati udara pegunungan, hingga berburu foto dengan latar bangunan candi berusia lebih dari seribu tahun.
Tidak heran apabila Candi Arjuna menjadi salah satu destinasi utama dalam berbagai paket wisata Dieng maupun perjalanan mandiri.
Lokasi Candi Arjuna Dieng
Kompleks Candi Arjuna berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Lokasinya sangat strategis karena berada di pusat kawasan wisata Dieng. Dari area parkir utama, wisatawan hanya perlu berjalan kaki melalui jalur pedestrian yang sudah tertata rapi menuju kompleks candi.
Di sekitar kawasan juga terdapat beberapa objek wisata terkenal lainnya sehingga wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi dalam satu hari.
Sejarah Singkat Candi Arjuna Dieng
Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun sekitar abad ke-7 hingga abad ke-8 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kawasan ini termasuk salah satu kompleks candi Hindu tertua di Pulau Jawa.Nama "Arjuna" sendiri diambil dari tokoh pewayangan Mahabharata. Selain Candi Arjuna, terdapat beberapa candi lain yang juga menggunakan nama tokoh pewayangan seperti Srikandi, Sembadra, Puntadewa, dan Semar.
Selama ratusan tahun, sebagian besar bangunan sempat tertimbun tanah dan endapan vulkanik sebelum akhirnya ditemukan kembali dan dipugar secara bertahap. Kini kawasan tersebut menjadi salah satu cagar budaya nasional yang terus dijaga kelestariannya.
Bagi Anda yang ingin mempelajari latar belakang sejarahnya secara lebih mendalam, silakan membaca artikel Sejarah Candi Dieng pada website ini.
Area Parkir & Jalan Masuk
Area parkir di Kompleks Candi Arjuna cukup luas untuk kendaraan roda dua, mobil pribadi maupun bus shuttle wisata.
Sebelum memasuki area utama, pengunjung akan melewati jalan setapak yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Jalur ini dihiasi pepohonan cemara yang memberikan suasana teduh dan sejuk sepanjang perjalanan. Di sisi kanan dan kiri juga masih terlihat lahan pertanian masyarakat yang ditanami kentang, kubis, daun bawang, hingga sayuran khas dataran tinggi.
Ketika musim hujan, kawasan terlihat semakin hijau. Sedangkan saat musim kemarau, pemandangan pegunungan tetap memberikan panorama yang sangat indah dengan langit biru khas Dieng.
Perjalanan menuju area candi terasa singkat karena sepanjang jalan wisatawan disuguhkan udara segar dan pemandangan alam yang menenangkan.
Fasilitas Dalam Area Candi
Di sekitar parkiran tersedia berbagai fasilitas seperti:- Warung makan khas Dieng
- Penjual carica
- Purwaceng
- Keripik kentang
- Oleh-oleh khas Dieng
- Toilet umum
- Mushola
- Gazebo
- Tempat istirahat
- Pusat informasi wisata
Harga Tiket Masuk Candi Arjuna
Kawasan Candi Arjuna termasuk dalam tiket terusan bersama Kawah Sikidang yaitu Rp35.000,- saja.Karena tarif dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola maupun pemerintah daerah, sebaiknya wisatawan selalu mengecek informasi terbaru sebelum keberangkatan.
Nama-Nama Candi Berdasarkan Bentuk

Walaupun sering disebut Candi Arjuna, sebenarnya terdapat beberapa bangunan candi yang berada dalam satu kompleks.
1. Candi Arjuna
Inilah bangunan paling terkenal sekaligus ikon wisata Dieng.
Arsitekturnya masih terawat dengan baik sehingga menjadi objek foto favorit wisatawan dari berbagai daerah.
2. Candi Semar

Letaknya berada tepat di depan Candi Arjuna.
Bentuk bangunannya berbeda dengan candi utama karena memiliki struktur memanjang yang dipercaya dahulu berfungsi sebagai bangunan pendamping.
3. Candi Srikandi
Candi ini terkenal karena memiliki relief yang menggambarkan perpaduan unsur Hindu dan budaya lokal.
Posisinya berada tidak jauh dari Candi Arjuna sehingga mudah dikunjungi.
4. Candi Puntadewa
Bangunan ini memiliki bentuk yang lebih tinggi dibanding beberapa candi lainnya.
Pada waktu tertentu pemerintah melakukan proses konservasi maupun pemugaran untuk menjaga kondisi bangunan tetap lestari.
5. Candi Sembadra
Ukurannya relatif lebih kecil namun tetap memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai bagian dari Kompleks Arjuna.
6. Candi Gatotkaca

Berbeda dengan lima candi sebelumnya, Candi Gatotkaca berada dekat area parkir sehingga biasanya menjadi bangunan pertama yang dilihat wisatawan sebelum memasuki kawasan utama.
Isi Dalam Bangunan Candi Dieng
Sebagian besar ruang dalam candi memiliki ukuran yang tidak terlalu besar.
Ruangan tersebut dahulu diperkirakan digunakan sebagai tempat meletakkan arca maupun sarana pelaksanaan upacara keagamaan Hindu pada masa lampau.
Pengunjung diperbolehkan melihat bagian dalam candi sesuai dengan aturan yang berlaku selama tidak memasuki area yang sedang dilakukan konservasi.
Aktivitas Menarik di Candi Arjuna
Selain menikmati bangunan bersejarah, wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktivitas menarik seperti:
- Berjalan santai menikmati udara pegunungan.
- Berfoto dengan latar bangunan candi.
- Belajar sejarah Kerajaan Mataram Kuno.
- Menikmati panorama pegunungan Dieng.
- Berburu kuliner khas di sekitar kawasan.
- Mengunjungi Museum Kailasa yang berada tidak jauh dari kompleks candi.
- Mengikuti berbagai event budaya yang sering diselenggarakan di kawasan Dieng.
Peraturan yang Harus Dipatuhi Pengunjung
Sebagai kawasan cagar budaya nasional, setiap pengunjung diharapkan ikut menjaga kelestarian situs bersejarah ini.Beberapa aturan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Tidak memanjat bangunan candi.
- Tidak mencorat-coret batu candi.
- Tidak merusak fasilitas umum.
- Tidak membuang sampah sembarangan.
- Menjaga kesopanan selama berada di kawasan wisata.
- Mengikuti arahan petugas apabila terdapat area konservasi.
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik mengunjungi Candi Arjuna adalah pagi hari antara pukul 08.00-10.00.Pada jam tersebut udara masih sangat sejuk, cahaya matahari lebih lembut untuk fotografi, dan jumlah pengunjung biasanya belum terlalu ramai.
Jika datang pada musim kemarau, langit cerah membuat panorama pegunungan terlihat lebih jelas.
Tips Wisata ke Candi Arjuna Dieng
Agar perjalanan semakin nyaman, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:- Gunakan jaket karena suhu Dieng cukup dingin.
- Kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki.
- Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh.
- Datang lebih pagi agar suasana lebih tenang.
- Hormati kawasan cagar budaya selama berwisata.
- Jangan meninggalkan sampah di area wisata.
FAQ Seputar Candi Arjuna Dieng
Apakah Candi Arjuna cocok untuk anak-anak?Ya. Area wisata cukup nyaman untuk keluarga karena jalannya relatif datar dan mudah diakses.
Berapa lama waktu berkeliling?
Rata-rata wisatawan menghabiskan waktu sekitar 45 menit hingga 1,5 jam untuk menikmati seluruh kawasan.
Apakah bisa dikunjungi sepanjang tahun?
Bisa. Kompleks Candi Arjuna dibuka setiap hari, namun kondisi cuaca di Dieng dapat berubah sehingga sebaiknya tetap mempersiapkan pakaian hangat.
Apakah bus besar bisa sampai lokasi?
Tidak. Pengunjung harus oper menggunakan shuttle lokal dari Wonosobo kota untuk menuju ke kawasan Candi Dieng.























Posting Komentar